Balita Penderita Epilepsy Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

adithan
Balita Penderita Epilepsy Butuh Uluran Tangan Para Dermawan
Kondisi Farzana saat ini hanya bisa terbaring lemah di atas kasur dengan kaki yang sulit diluruskan.

Bangka Terkini, Pangkalpinang --- Di usianya yang baru menginjak 2 tahun 2 bulan, Farzana harus berjuang melawan penyakit yang menyerang kesehatannya yaitu epilepsy dan celebral palsy (kejang-kejang dan struk otak) atau peradangan otak.

Kondisinya saat ini hanya bisa terbaring lemah di atas kasur dengan kaki yang sulit diluruskan akibat penyakit yang menyerang kesehatannya, bahkan sejak Februari 2018 makan dan minum harus menggunakan alat bantu selang.

Memiliki buah hati yang tumbuh kembang dengan sehat, adalah dambaan setiap pasangan suami-istri. Namun berbeda dengan yang dialami oleh Farzana, balita hasil buah cinta Laras dan Darwin yang bertempat tinggal di Jalan Kota Demak, Pasir Putih, Kota Pangkalpinang.

Darwin, ayah Farzana hanya bekerja sebagai petugas kebersihan Dinas Kebersihan Kota Pangkalpinang yang kesehariannya membersihkan sampah di jalanan.

" Farzana merupakan anak kedua kami, Farzana mulai sakit sejak Mei 2017, saat ia berusia 1 tahun 4 bulan" ceritanya kepada awak media.

" Saya sudah beberapa kali membawa Farzana berobat ke Rumah Sakit Umum, RSBT, dan RSUP namun kondisinya kesehatannya belum juga membaik," tambahnya.

Bahkan pernah saat pertama kali berobat, dalam sehari mereka harus mengeluarkan dana Rp 500rb demi kesembuhan sang buah hati dengan kondisi keuangan keluarga yang pas-pasan.

" Untuk menunjang kesehatan Farzana, dua kali seminggu kami harus membawa Farzana ke RS untuk check up dan sp (selebral parsi) yang otomatis menggeluarkan biaya yang tak sedikit," jelasnya.

Bagi Dermawan yang ingin membantu dan mendapatkan informasi seputar Farzana dapat menghubungi Widya Susilo Ningrum relawan dari Departemen Lembaga Masyarakat Negara Formasi IAIN SAS Babel dengan CP (0823-7862-4048) Widya atau ke Rifki (0812-7360-0042).


adithan