Hari Disabilitas Internasional tahun 2018, Pemprov Babel Ingin Wujudkan Babel Yang Inklusi dan Ramah Disabilitas

adithan
Hari Disabilitas Internasional tahun 2018, Pemprov Babel Ingin Wujudkan Babel Yang Inklusi dan Ramah Disabilitas
Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Pangkalpinang, menggelar Peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun 2018 tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di SLBN Girimaya, Pangkalpinang, Rabu (19/12/2018). ist

Bangka Terkini, Pangkalpinang --- Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Pangkalpinang, menggelar Peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun 2018 tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di SLBN Girimaya, Pangkalpinang, Rabu (19/12/2018).

Hadir dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018 tersebut yakni Forkopimda Babel, Ketua Dekranasda Babel, Melati Erzaldi, jajaran Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, Perwakilan SLB Kabupaten/Kota se Babel. Jumlah siswa yang ada di SLBN Pangkalpinang ini, 238 yang terdiri dari tuna netra, tuna wicara, tuna grahita, tuna daksa, autis, downsindrome dan tuna laras

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Syahruddin sesuai dengan Kegiatan yang mengambil tema “Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas” ini, diharapkan dapat terwujud Bangka Belitung yang Inklusi dan Ramah Disabilitas, " Anak - anak disabilitas mempunyai hak yang sama untuk berkarya dan mengabdikan diri dalam pembangunan bangsa ini, jangan kendor dalam meraih cita – cita," pesannya kepada para penyandang disabilitas.

" Pemerintah pusat dan daerah memberikan perhatian kepada mereka yang berkebutuhan khusus. Salah satunya beberapa bulan lalu, menerima formasi kepegawaian dari anak - anak disabilitas. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian pemerintah tidak kalah dibanding dengan yang lain," terangnya.

Senada, Ketua TP PKK Babel yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Babel, Melati Erzaldi mengatakan, pihaknya ingin mewujudkan Bangka Belitung yang Inklusi dan Ramah Disabilitas, diimplementasikan dalam kehidupan sehari - hari.

" Hak - hak yang diberikan juga sama seperti yang diberikan kepada anak - anak normal sesuai usianya. Saya juga mengharapkan untuk fasilitas dan sarana khusus juga harus dipersiapkan untuk mewujudkan hal itu," harapnya.

" Saya mendukung serta tahun 2019 mendatang kita akan memesan batik hasil dari siswa SLB untuk berbagai kegiatan, sehingga mampu memberi semangat dan mendorong mereka agar lebih berkreasi," tutupnya. (*)

adithan