Iklan Bangka Terkini

Runner UP Putra Maritim Indonesia, Himbau Masyarakat Babel 'Puasa Sampah Plastik'

16, May 2019 - 05:35 PM
Reporter : adithan
Foto : (doc)
Foto : (doc)

Bangka Terkini --- Puasa Ramadhan tentunya identik dengan menu berbuka dan sahur. Fenomena berburu takjil dan jajanan meningkat selama bulan ini,  hal itu ditandai dengan munculnya berbagai tempat wisata kuliner dadakan di banyak tempat di Bangka Belitung.

Aktivitas tersebut tentunya mempengaruhi volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Babel, berupa sampah dapur sisa makan dan sampah Plastik. Peningkatan volume sampah plastik di daerah kepulauan seperti Bangka Belitung ini tentu mengkhawatirkan, bisa-bisa menjadi salah satu sebab meningkatnya volume sampah di Laut, mengingat pemukiman masyarakat yg dekat dengan pesisir.

Arinda Unigraha (Inong) yang merupakan Runner Up 1 Putera Maritim Indonesia 2018 utusan Bangka Belitung (Babel), yang juga Ketua Umum komunitas peduli Sampah BECAK-BABEL, mengajak masyarakat Bangka Belitung untuk dapat melakukan langkah - langkah positif dalam pola kehidupan yang lebih sehat dan hijau, salah satunya dengan mengurangi sampah yang di hasilkan.

Program 'PUASA SAMPAH PLASTIK' merupakan salah satu program yang baik untuk diterapkan dalam kehidupan dan dimulai pada ramadhan ini. " Ya... Setidaknya kalau belum mampu 100% tidak menggunakan kantong plastik,  minimal bisa mengurangi pemakaiannya selama ramadhan ini dibandingankan dengan banyaknya pengunaan kantong plastik pribadi pada hari-hari biasanya," ucapnya kepada bangka terkini, Kamis (16/05/2019). 

Ia menambahkan bahwa kebiasan masyarakat yang setiap kali belanja selalu dibungkus menggunakan kantong kresek, bisa dikonversi dengan mulai menggunakan Kantong Belanja / Tas Belanja dari Kain (Totebag, handbag, dan sejenisnya), serta meminimalisir penggunaan gelas dan botol plastik dengan menggunakan Tumbler (botol air minum).

" Selain itu membeli makanan yang tidak memakai styrofoam sebagai wadahnya, karena mengingat keberadaan styrofoam sangat berbahaya secara kesehatan dan lingkungan," terang nya.

" Itu meneruskan langkah-langkah sederhana dan kecil namun akan berdampak besar. Jika tiap-tiap keluarga di Bangka Belitung mampu melakukan hal-hal kecil itu maka akan terjadi penurunan volume timbunan sampah yang cukup signifikan. Kuncinya adalah satu, "KAWA",  kawa melakukan kebiasaan baru itu," tutupnya. 

Iklan Bangka Terkini