Camping Ground Tikus Emas

Inovasi "Ngetem Padi Bai", DPKP Bangka Tengah Gerakkan Tanam Kelor dan Katu

10, May 2024 - 02:09 PM
Reporter : Ilham

BANGKA TENGAH, BANGKATERKINI - Dalam rangka percepatan penurunan stunting, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tengah melakukan inovasi baru yang disebut "Ngetem Padi Bai", inovasi ini adalah menggerakkan menanam kelor dan katu, untuk mencukupi kebutuhan air susu ibu dan kesehatan bayi bersama cegah stunting.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Tengah, Dian Akbarini mengatakan program tersebut bekerja sama dengan Tim penggerak PKK Kabupaten Bangka Tengah dan saat ini sudah ribuan bibit kelor dan katu telah disalurkan kepada ibu hamil di seluruh Kabupaten Bangka Tengah.

"Tanaman Kelor dan Katu ini memiliki kandungan klorofil yang cukup tinggi, dan nyatanya bisa membantu ibu untuk membuat jaringan tubuh yang bersih dari racun. Hal ini sangat baik untuk proses ibu yang sedang hamil maupun ibu yang sedang dalam proses menyusui," ucapnya. Jumat (10/5/2024).

Ia menyebutkan, bibit katu dan kelor tersebut didapatkan dari Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP seluruh kecamatan di Bangka Tengah. Bibit ini juga ditanam dan dibudidayakan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan dengan baik dan setelah tanaman siap bibit akan didistribusikan.

"Katu dan kelor sangat mudah dibudidayakan karena memiliki syarat tumbuh yang mudah dapat dipanen terus menerus serta memiliki rasa yang enak. Hal ini terlihat sangat sederhana tapi ibu hamil dapat menikmati sayuran yang dipetik dari halaman rumah sendiri dan bisa dibudidayakan dengan sangat mudah. Bahkan bisa bertahan dari ibu mengandung sampai pada saat proses menyusui," jelas Kepala DPKP Bateng tersebut.

Selain itu, Dian juga mengatakan sayur katu dan kelor juga dapat dinikmati bersama keluarga dengan tambahan lainnya, sehingga menjadi menu makan B2SA yakni Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman.

"Dengan perbaikan gizi diharapkan angka stunting di Kabupaten Bangka Tengah dapat mengalami penurunan, hal ini juga sudah terlihat dimana angka stunting pada tahun 2024 mengalami penurunan sebanyak 2,16 persen daripada di tahun 2023," harapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangka Tengah, Eva Algafry mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan program ASI Eksklusif dalam rangka mencegah stunting di Bangka Tengah.

"Cegah stunting itu sangat penting kita lakukan, maka dari itu mari bersama-sama kita gerakkan langkah pencegahan stunting untuk Bangka Tengah yang lebih baik," imbuhnya. (Rp)